Review Film APrivate War
Saya disini akan menceritakan hasil review film yang saya tonton yaitu “A Private War”. Saat dirilis pada tahun 2018 lalu, film garapan sutradara Matthew Heineman ini mendapat respon positif dari kritikus. Film ini memberikan banyak hal yang jadi pengetahuan juga pelajaran bagi penonton bagaimana seorang jurnalis perang bisa mewartakan berita di tempat yang justru mengancam nyawanya.
Film “A Private War” merupakan sebuah film berdasarkan kisah nyata seorang jurnalis bernama Marie Colvin yang memiliki jiwa yang benar-benar tak kenal takut dan memberontak. Didorong ke garis depan daerah konflik di seluruh dunia untuk memberikan suara kepada orang yang lemah. Film ini didasarkan pada bagian Vanity Fair oleh Marie Brenner yang mencatat karir dan kematian Colvin. Pasukan Assad akhirnya membunuhnya setelah dia sengaja dilacak dan ditargetkan oleh pejabat militer senior Suriah yang berusaha membungkamnya karena dia melaporkan tentang korban sipil dFilm A Private War merupakan sebuah film berdasarkan kisah nyata seorang jurnalis bernama Marie Colvin yang memiliki jiwa yang benar-benar tak kenal takut dan memberontak.
Cerita ini bermula dengan gambaran keadaan reruntuhan Homs, Suriah tahun 2012. Lalu, film mundur menjadi tahun 2001 ketika Marie Colvin pergi ke Sri Lanka dan alur terus maju ke tahun berikutnya. Namun, ada alur cerita yang ganjal dan kurang mengena dalam film ini. Yaitu pada bagian Marie yang terus mengingat seorang anak korban perang. Dalam scene ini, ceritanya kenapa sang anak tersebut terus 'menghantui' Marie tidak dibahas mendalam, apalagi sampai membuat depresi. Ya, sayangnya kita tidak bisa merasakan depresi yang menyesakkan Marie karena ceritanya yang kurang mendalam.
Dalam film ini melihat sosok Marie Colvin membuat saya kagum. Seorang wartawan yang tidak kenal takut meskipun dia perempuan. Dia berani dalam segala hal dan tidak kenal menyerah. Hal yang membuat sedih adalah saat Marie harus kehilangan satu penglihatannya karena serangan saat di Sri Lanka. Meskipun begitu, Marie tidak menyerah dan selalu ingin menyampaikan hal-hal yang tidak terekspos dalam perang. Membantu serta ikut merasakan atas apa yang terjadi di medan perang bersama para korban. Melalui Marie, saya mendapatkan banyak hal yang bisa dipelajari. Walaupun banyak yang menentangnya melakukan pekerjaan itu, ia tetap menjalankannya. Menurut saya, sangat jarang orang seperti Marie Colvin yang mau mengabdikan hidupnya di medan perang untuk memberikan informasi nyata yang sesungguhnya.
Komentar
Posting Komentar